Friday, March 4, 2011

Selamat Hari Raya Nyepi 1933

Selamat Hari Raya Nyepi 1933 saya ucapkan ke segenap umat sedharma yang sedang merayakan. Semoga di hari raya Nyepi ini kita bisa beristirahat serta mengintropeksi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Berikut renungan dari Orang yang sangat saya idolakan Gede Prama.


Dibandingkan dengan tetua yang lebih miskin materi dulu, adakah kita hidup lebih shanti? Dibandingkan dengan tetua yang sebagian buta huruf namun rukun, adakah limpahan sarjana membuat kita lebih shanti?


Bila penghormatan terhadap Tuhan di tempat ibadah demikian khusuknya, adakah sahabat yang juga melakukan penghormatan khusuk pada Tuhan yang ada pada suami/istri, orang tua, putera/putri, tetangga, atasan/bawahan, pemerintah, manusia lainnya, binatang, tetumbuhan serta wajah-wajah Tuhan lainnya?



Ia yang mengalir bersama alam, tersenyum pada setiap putaran alam, tahu sebenarnya tidak ada hukuman. Apa yang kerap disebut bencana, sebenarnya hanya undangan laut untuk menyelam semakin dalam. memasuki wilayah-wilayah tanpa gelombang, namun penuh keheningan.

Siapa yang mengisi kesehariannya
dengan keikhlasan dan kerendahatian, akan menemukan bahwa alam sebenarnya
sebuah perpustakaan agung. Berlimpah pengetahuan dan kebijaksanaan yang
disimpan di sana. Perhatikan laut lebih dalam lagi. Di permukaan ia
senantiasa bergelombang. Sama dengan hidup manusia. Di kedalaman yang dalam,...
tidak ada gerakan apa lagi gelombang. Hanya hening yang melukis keindahan dan
kesempurnaan.



Sehat itu indah, karena
dengan badan sehat lebih banyak tugas kehidupan yang bisa dilaksanakan.
Sakit
juga indah, terutama karena sakit adalah kesempatan untuk membayar
hutang-hutang karma. Kaya itu baik karena banyak hal positif yang bisa
...dilakukan dengan kekayaan. Miskin juga baik, secara lebih khusus karena
kemiskinan adalah guru kerendahhatian.


Tidak ada kelebihan yang
memunculkan kesombongan, tidak ada kesialan yang memicu kemarahan. Sekaligus
memberi rahasia indah tentang karma: mengalirlah bersama karma, karena di sana
tersembunyi rahasia keindahan kehidupan



Di tangga-tangga kebijaksanaan, kalah juga indah. Terutama karena kalah
seperti amplas yang menghaluskan kayu yang mau jadi patung mahal,
seperti pisau tajam yang melobangi bambu yang akan jadi seruling indah
kemudian



Sehat adalah waktu untuk bersyukur pada kehidupan, sakit adalah momentum
untuk memurnikan jiwa.



Tidak mungkin mendalami kehidupan tanpa mendalami kematian. Ia mirip mau mengerti siang tanpa mau mengerti malam. Mau tahu rasa manisnya sukses tanpa tahu bagaimana pahitnya gagal.

Jangan lupa baca yang ini juga



0 komentar:

Post a Comment

silahkan komentar, jangan spam ya.

New Comment