Tuesday, February 19, 2008

Puisi











Roy nyebelin


Bila Cinta adalah nafas

Q ingin hidup slalu abadi

Bila Cinta adalah keindahan

Q ingin selalu memandangnya

Bila Cinta adalah luka

Q takkan pernah peduli betapa sakitnya

Bila Cinta adalah air mata

Q akan tetap tersenyum


By: Nopix

19-2-2008


Tinggalah Kunanti

Dalam gelisah hati yang gundah

Aku diam seorang diri

Merenung yang telah terjadi

Diantara kita berdua


Semua mimpi yang pernah ada

Telah musnah segalanya

Karena kini kita telah berpisah

Tinggalah diriku sendiri

Aku bagai nelayan kehilangan arah

Yang tak tau harus kemana

Oh..............Tuhan

Tunjukkanlah jalan pada diriku


By: Ayu

Rabu 4-8-2004


Kenangan Kelabu

Tatkala malam mulai kelam

Mencekam di keheningan malam

Diselimuti awan-awan hitam

Sebuah kenangan lan terpendam


Berbagai cobaan kuhadapi

Kurenungi

Mengapa semua ini kualami

Tiada kasih sayang kutemuai

Tiada cinta kugapai

Diri ini lelah

Tuk mulai mengintip kepediahan

Keduakaan

Yang selalu bersandar dalam

Tubuhku...

Kukemas air mata di pipi

Ku coba bangkit dari kesunyian

Kulemparkan segala kesukaran

Dalam memegang teguh harapan

Oh Tuhan....

Kuatkanlah iman umat-Mu

Dalam menghadapi tantangan

Gelombang dan badai hingga

Berlalu

Menyongsong harapan semakin mendekat


By: unknow

Rabu 4-8-2004




Kenangan Manis


Ingatkah engkau kasih

Ditengah-tengah dinginnya malam

Diantara suara deburan ombak

Kita duduk memandang laut


Di atas hitamnya pasir

Perjalan kumenulis kata “Cinta”

Ombak seperti tertawa

Mendengar rayuan gombalku padamu

Desiran angin seperti tersenyum malu

Waktu kuminta kecupan manis darimu

Masih melekat di ingatanku

Kenangan manis perajut cinta kita

Walau sekarang kau melupakanku

Rasa sayangku padamu

Takkan pernah padam

Aku sayang kamu...


By: Othonk

Suksma

Rabu 4-8-2004




Sebuah Perjalanan

Ada sesuatu yang kau simpam
Membuatku ingin mengetahuinya
Dengan kau simpan air matamu dariku
Luapkanlah semua isi hatimu padaku
Pernahkah kau hitung detik-detik
Yang kita lalui bersama
Dan pernahkah kau ukur
dalamnya samudra cinta kita
Tak terasa sekian lama sudah
Kita memadu asmara
Kurasa ini bagaikan sebuah mimpi
Karena hari demi hari telah
Kita tempuh dengan cinta
Kini tiada wanita yang bisa
Menggantikan kehadiaran dirimu dalam
Hatiku karena kau telah melekat
Dalam hati ini hingga sang
Waktu menemukan ujung umurku


Diambil dari majalah suksma
4-8-2004

By: Ekayana x5



Jangan lupa baca yang ini juga



1 comment:

  1. Wah... Puisinya bagus-bagus,,, kalo bersedia, silakan bergabung dan kirimkan puisinya di www.toppuisi.com
    Nanti kita tukaran link, bagaimana?

    ReplyDelete

silahkan komentar, jangan spam ya.

New Comment