Wednesday, February 27, 2008

Kenapa orang Bali suka jual Tanah???

ini merupakan fenomena yg sudah tidak bisa di pungkiri lagi.
Banyak sekali terpampang Papan pengumuman yang berisi
"Tanah Di jual cepat, hubungi I Made Reta di 081565656xx. Lokasi sangat strategis"
" Dijual Tanah kapling di pinggir jalan, Bisa kredit, hubungi I Reken di 0656565656"
" Di jual tanah 2 are siap bangun, Hubungi Ni Made Cita, tel 0361-7564xxx dan Hp 0816565xxx"
Dan masih banyak lagi yang bergelimpangan di pinggir jalan, sungguh keadaan yang sangat ironis,


Bali yang dulu utuh sekarang sudah menjadi beberapa bagian(kayak puzzle), dan keadaan ini akan terus berlanjut jika orang2 Bali tidak segera eling. Banyak alasan yang mereka ungkapkan kenapa mereka sampai menjual Tanah yang telah turun temurun menjadi warisan keluarga. Ada yang bilang untuk Modal Kerja, Biaya untuk berangkat kerja ke luar negeri, Kuliah, Bayar utang dan masih banyak alasan yang lain. Kalau alasan itu sih masih bisa di maklumi, tapi bagaimana dengan orang yang menjual tanah dengan alasan yang tidak tentu, alasan yang masih saru2 gremeng. Mereka menjual tanah hanya untuk judi, untuk main cewek, dan karena merasa harga tanahnya mahal, sehingga tanpa segan2 menjual tanah. Anak cucu kita, tolong bayangkan nasib anak cucu kita nanti. Mereka akan memiliki nasib yang sangat ironis karena kesalahan kita. Mereka Cuma akan memiliki sebuah rumah, itupun di tempati beberapa kepala keluarga. Lama2 kita akan kehilangan semuanya, tidak ada yang tersisa. Membayangkan itu saja saya dah merinding, apalagi kalau dah menerima kenyataan, memang sekarang kita akan hidup enak dengan hasil penjualan tanah kita yang ratusan juta atau bermilyaran, kita bisa melakukan apapun. Kita beli Mobil, beberapa motor yang kenyataanya kita tidak begitu membutuhkan (keluarga 3 orang kok punya motor 6, kan nganggur lagi tiga), dan berbagai barang mewah. Dan kita bisa ongkang2 kaki (karena merasa udah melimpah harta benda kita tidak bekerja dan hanya menikmati kekayaan saja), tapi.. nah ini ada tapinya, berapa lamakah kita bisa hidup dengan mengandalkan uang hasil penjualan tanah?? Tidak mungkin kita bisa hidup mewah hanya dengan mengandalkan uang itu, apalagi tidak bekerja( tapi kalo tanah yang di jual ratusan milyar/ triliunan itu lain ceritanya). Palingan kita cuma bisa hidup mewah bertahun-tahun( seberapapun besarnya gunung kalo diambil terus materi yang ada di dalamnya pasti akan rata dengan tanah), setelah semua uang habis untuk mendukung kehidupan kita yang mewah, kita akan menjual semua yang kita beli dengan uang tersebut (mobil, motor, dan barang mewah lainnya) dan yang terakhir tersisa adalah diri kita sendiri dengan kemelaratan dan penyesalan. Dan... ketika istri, dan anak kita membutuhkan dana yang besar untuk memenuhi segala tuntutan hidup yang tidak terduga (seperti biaya rumah sakit dan biaya Kuliah yang tidak terduga besarnya), barulah kita merasa kecacungan atau bingung. Apa yang harus kita lakuin? Minjam uang sama sodara? Memang sodara kita akan membantu, tapi tidak seberapa, orang keluarganya juga butuh biaya, ga mungkin mereka mendahulukan kepentingan kita ketimbang keluarganya sendiri. Jadi intinya ”Mari kita jaga Bali dan segala isinya, semoga ajeg, semua orang yang tinggal di Bali di beri keselamatan oleh Ida Sang Hyang Widhi, Tuhan yang maha esa. Dan semoga Indonesia Bersatu” Saya mohon maaf jika pada postingan ini ada kata2 saya yang membuat para pembaca tersinggung, ini merupakan isi hati dan perasaan saya tentang kondisi Bali saat ini dan tidak ada maksud tertentu.

Jangan lupa baca yang ini juga



1 comment:

  1. udah lama banget saya posting ni artike. Samapi kini belum ada yang posting komentar.

    ReplyDelete

silahkan komentar, jangan spam ya.

New Comment